China Hancurkan Gereja Yang Tidak Memiliki Izin | Judi Online Indonesia|my

  • China Hancurkan Gereja Yang Tidak Memiliki Izin | Judi Online Indonesia
    [ 12-01-2018 ]
    China Hancurkan Gereja Yang Tidak Memiliki Izin | Judi Online Indonesia
    Judi Online Indonesia - Pemerintah China bersih keras tetap  menghancurkan tempat ibadah umat Nasrani yaitu Gereja Menorah Emas di Kota Linfen, Provinsi Shanxi, pada Selasa lalu. Pemerintah china beralasan gereja itu tidak memiliki surat izin, tetapi menurut para umat itu alasan yang tidak masuk di akal dan menjadi bukti pemerintahan china  tidak adil dalam kebebasan beragama.

    Dilansir dari  media sosial bersama tim Judi Online Indonesia Kamis lalu  sekuruh anggota kepolisian mengerahkan ratusan orang buat menjaga proses penggusuran. Mereka membawa ekskavator dan dinamit buat menghancurkan gereja itu. Sejumlah jemaat bercerita cuma bisa melihat gereja mereka hancur dari kejauhan. Lainnya malah mengaku menjadi tahanan rumah karena dianggap vokal memperjuangkan kebebasan beragama.

    Tahun 20019 lalu , kepolisian juga pernah menyerbu Gereja Menorah Emas. Mereka merusak ruang ibadah dan menyita Alkitab. Bahkan, 400 pekerja proyek gereja tengah beristirahat pernah dianiaya. Setelah itu, pimpinan gereja bernama Pastur Yang Xuan dipenjara selama 3,5 tahun karena  menggelar ibadah bersama jemaah. Menurut anak Yang Xuan, Yang 'Esther Xue, ibunya bernama Yang Chaizen mengalami perlakuan yang buruk. Chaizen divonis dua tahun kerja paksa, dan kerap dipukuli.

    Menurut kuasa hukum kerap menangani advokasi hak asasi di China, Ren Quanniu, insiden seperti itu sudah kerap terjadi, bukan cuma kepada umat Nasrani saja, tetapi juga pemeluk agama lain. Seperti halnya dilakukan kepada etnis Uighur memeluk Islam di Provinsi Xinjiang.

    "Semua yang masuk dalam agama menjadi sensitif di negara China. Pemerintah selalu menyerbu rumah yang dijadikan gereja, atau gereja yang tidak didaftarkan kepada pemerintah,"

    Masalah antara umat beragama dan rezim komunis atheis China sudah berlangsung lama. Pemerintah China melarang umat beragama beribadah secara terang-terangan, atau memperingati hari raya. Saat ini ada sekitar 60 juta pemeluk Nasrani di China yang memilih beribadah secara sembunyi-sembunyi, atau bersatu di dalam gereja megah seperti Gereja Menorah Emas. Judi Online Indonesia
  • aaduit**** 8,380.00
    celeste***** 12,560.00
    qiian**** 3,000.00
    ktwei**** 8,740.00
    ling3000***** 650.00
    echom*** 12,920.00