Korban Pil PCC Harus Diikat Tangan dan Kakinya untuk Mencegah Mengamuk | Sabung Ayam Online | Bandar Judi Sabung Ayam|my

  • Korban Pil PCC Harus Diikat Tangan dan Kakinya untuk Mencegah Mengamuk | Sabung Ayam Online | Bandar Judi Sabung Ayam
    [ 15-09-2017 ]
    Korban Pil PCC Harus Diikat Tangan dan Kakinya untuk Mencegah Mengamuk | Sabung Ayam Online | Bandar Judi Sabung Ayam

    Sabung Ayam Online - Dua belas korban penyalahgunaan obat PCC saat ini masih dirawat intensif di di ruangan UGD (Unit Gawat Darurat) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari.

    Hingga hari ke-4 menurut informasi yang didapatkan Sabung Ayam Online, RSJ Kendari telah menangani 58 orang yang terpapar obat golongan G di sekitar daerah Kendari.

    Korban terakhir yang dilarikan ke RSJ menurut laporan Sabung Ayam Online adalah seorang anak berusia 9 tahun yang hingga kini belum juga sadarkan diri.

    dr Junuda, Psikiater RSJ Kendari, mengatakan kepada Bandar Judi Sabung Ayam, bocah itu memakan es dan siomay yang diberikan oleh seseorang tidak dikenal.

    "Setelah selesai makan Siomay serta minum air es sore hari itu di luar rumahnya, tiba-tiba Maghrib ada terjadi gejala lain-lain. Langsung sebelum sore sudah dilarikan ke rumah sakit jiwa ini," ungkap Junuda kepada Bandar Judi Sabung Ayam di kantornya, pada Jumat 15 September 2017.

    Dalam penanganan korban ini, pihaknya terpaksa mengikat kedua tangan serta kaki korban penyalahgunaan obat ilegal yang belum pulih itu.

    "Kita saat ini bantu dengan ikat agar tidak membahayakan dirinya serta orang lain, jangan sampai mereka mengamuk dan melukai orang lain dan dirinya sendiri," tuturnya kepada Bandar Judi Sabung Ayam.

    Selama perawatan di Rumah Sakit Jiwa Kendari, korban akan diberikan obat penenang.

    Karena hampir semua korban saat ini merasakan panas yang sangat tinggi hingga 43 derajat Celcius.

    "Reaksi dari obat yang mereka konsumsi seperti PCC ini dapat sampai 9 bahkan 10 menit, lebih cepat dari biasanya setengah jam," tambahnya.

    Sebelumnya, kepolisian sudah berhasil menangkap 9 pelaku yang diduga sebagai pengedar dan penyedia obat ilegal yakni Somadril, PCC, dan Tramadol.

    Dua di antaranya merupakan apoteker serta asisten apoteker yang bekerja di salah satu apotik yang berada di Kendari.

  • lilihi**** 12,860.00
    hasbi*** 800.00
    jaymo*** 9,040.00
    lccc4*** 500.00
    petit*** 5,220.00
    boon8*** 552.00